Kemayoran, Jakarta Pusat — Upaya mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan yang positif, kreatif, edukatif, dan membangun karakter terus dilakukan melalui berbagai program pembinaan masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui Sosialisasi Tiga Lomba bagi Kelompok Masyarakat di Kecamatan Kemayoran yang dilaksanakan pada Senin, 31 Agustus 2026, pukul 15.00–17.00 WIB, bertempat di Aula Kelurahan Utan Panjang, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.
Kegiatan sosialisasi ini memperkenalkan tiga lomba yang memiliki nilai edukasi dan pemberdayaan masyarakat, yaitu Lomba Teater Musikal Hikayat Islam “Ngisah di Ujung Lidah”, Lomba Jali-Jali Festival 2026, serta Lomba RW dan/atau Karang Taruna Mengajak Warga Memilah Sampah.
Ketiga kegiatan tersebut merupakan bagian dari kegiatan binaan Ibu Wa Ode Herlina, S.I.Kom., MM., Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta Komisi B. Melalui kegiatan ini, kelompok-kelompok masyarakat di Kecamatan Kemayoran didorong untuk tidak hanya berpartisipasi dalam perlombaan, tetapi juga menjadikan setiap kegiatan sebagai sarana membangun kebersamaan, kreativitas, kepedulian sosial, serta karakter masyarakat.
Tiga Lomba, Tiga Nilai Positif bagi Masyarakat
Lomba pertama adalah Teater Musikal Hikayat Islam “Ngisah di Ujung Lidah”. Kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas seni pertunjukan sekaligus menyampaikan nilai-nilai sejarah, budaya, dan keteladanan Islam melalui perpaduan teater, musik, cerita, dan seni tradisi.
Melalui lomba tersebut, masyarakat diharapkan dapat menggali potensi seni yang ada di lingkungan masing-masing sekaligus melibatkan generasi muda dalam kegiatan yang kreatif dan edukatif.
Lomba kedua adalah Jali-Jali Festival 2026. Jali-Jali merupakan salah satu identitas kesenian Betawi yang memiliki nilai budaya dan sejarah yang penting bagi masyarakat Jakarta. Festival ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkenalkan, melestarikan, dan mengembangkan kesenian Betawi agar tetap hidup dan dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda.
Sementara itu, lomba ketiga adalah Lomba RW dan/atau Karang Taruna Mengajak Warga Memilah Sampah. Lomba ini mengajak masyarakat untuk membangun kebiasaan memilah sampah dari lingkungan tempat tinggal. Kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada perlombaan, tetapi juga diharapkan mampu menumbuhkan budaya hidup bersih, kepedulian terhadap lingkungan, serta gotong royong di tingkat masyarakat.
Mengajak Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama
Sosialisasi tiga lomba tersebut secara khusus mengajak kelompok-kelompok masyarakat melalui tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk menjadi penggerak partisipasi warga. Peran tokoh masyarakat dan tokoh agama dinilai penting karena memiliki kedekatan dan pengaruh positif dalam membangun semangat kebersamaan di lingkungan masing-masing.
Dengan dukungan para tokoh tersebut, diharapkan informasi mengenai ketiga lomba dapat diteruskan kepada berbagai kelompok masyarakat, mulai dari lingkungan RW, Karang Taruna, komunitas seni dan budaya, hingga kelompok-kelompok masyarakat lainnya.
Lebih dari sekadar kompetisi, ketiga lomba ini diharapkan menjadi media pembentukan karakter masyarakat. Seni dan budaya dapat membangun kreativitas serta rasa percaya diri, nilai-nilai hikayat Islam dapat memperkuat keteladanan dan karakter, sedangkan gerakan memilah sampah dapat menumbuhkan kedisiplinan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Membangun Masyarakat yang Kreatif, Peduli, dan Berkarakter
Melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat Kecamatan Kemayoran diharapkan dapat melihat ketiga lomba sebagai kesempatan untuk mengembangkan potensi yang ada di lingkungan masing-masing.
Semangat yang dibangun bukan semata-mata untuk mengejar kemenangan, tetapi bagaimana kegiatan tersebut dapat menghadirkan kebersamaan, kreativitas, kepedulian, pelestarian budaya, serta nilai-nilai positif dalam kehidupan bermasyarakat.
Keterlibatan kelompok masyarakat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Dengan kolaborasi berbagai unsur masyarakat, ketiga lomba ini diharapkan mampu menjadi wadah yang memperkuat hubungan sosial sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkarya dan berkontribusi secara positif.
Sosialisasi Tiga Lomba di Kecamatan Kemayoran menjadi langkah nyata untuk mengajak masyarakat bergerak bersama: berkarya melalui seni, menjaga budaya Betawi, serta membangun kepedulian terhadap lingkungan. Dari kegiatan masyarakat yang positif, diharapkan lahir masyarakat yang semakin kreatif, peduli, solid, dan berkarakter.